Aceh Tamiang – Kantara mendesak pemerintah daerah dan pusat untuk tidak mengabaikan kondisi jurnalis yang terdampak banjir di wilayah Aceh Tamiang.
Banyak wartawan tidak hanya kehilangan harta benda, tetapi juga lumpuh secara profesi karena alat kerja vital seperti laptop dan kamera rusak terendam air.
Aji menjelaskan, adanya ketimpangan perlakuan, dimana pemerintah seringkali meraih keuntungan dari pemberitaan masif wartawan saat bencana, namun tidak memberikan perhatian khusus ketika jurnalis menjadi korban.
Banjir yang melanda wilayah Aceh Tamiang, tidak hanya merendam pemukiman warga, namun menyisakan lumpur tetapi juga membuat banyak wartawan tidak dapat bekerja karena peralatan kerja mereka rusak, sehingga kehilangan mata pencaharian.
Mengajukan tiga poin utama desakan kepada pemerintah:
- Pendataan khusus awak media yang terdampak banjir.
- Pemberian skema bantuan atau kompensasi untuk perbaikan atau penggantian alat kerja.
- Penghapusan stigma bahwa wartawan hanya "alat" publikasi, melainkan bagian dari masyarakat yang perlu perlindungan saat bencana.
Kantara mengingatkan, tanpa kehadiran jurnalis di lokasi bencana, informasi mengenai penderitaan rakyat tidak akan sampai ke publik dan pemangku kebijakan. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya memberikan perhatian timbal balik yang adil.
KALI DIBACA




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar