Program Makan Bergizi Gratis, Tuai Sorotan publik! - Warta Global Aceh

Mobile Menu

P E N D I D I K A N

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Program Makan Bergizi Gratis, Tuai Sorotan publik!

Selasa, 10 Maret 2026
Ilustrasi 



Aceh Tamiang- Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Aceh Tamiang kini tengah berada dalam sorotan tajam.

Rentetan persoalan yang tak kunjung usai memicu desakan publik agar Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Aceh Tamiang, Tari Irma Nisa segera dievaluasi dari jabatannya.

Sejak menjabat, kepemimpinan Tari Irma Nisa dinilai gagal menjaga standarisasi dan transparansi program nasional ini.

Berdasarkan catatan lapangan, berbagai insiden krusial telah terjadi dan dianggap membahayakan serta merugikan penerima manfaat, di antaranya:

Isu Keamanan Pangan:Temuan distribusi tidak  adanya Lebel pada makanan di saat pembagian menu kering yang di sajikan dapur MBG saat bulan suci Ramadhan. 

Dan berdasarkan hasil sidak dprk Aceh Tamiang di dapur MBG di wilayah tersebut adanya makanan di Deket kaki.

Masalah Integritas: Munculnya dugaan pungutan liar (pungli) terhadap para relawan dapur yang mencoreng marwah program kemanusiaan ini.

Pelanggaran Transparansi: Terbaru, pada Selasa (24/02/2026), ditemukan salah satu unit operasional, yaitu Dapur SPPG Yayasan Cemerlang Gayo Indonesia di Desa johar, Kecamatan Karang Baru, yang tidak mencantumkan harga menu pada label informasi gizi yang dibagikan kepada masyarakat.



Transparansi Anggaran Jadi Sorotan
Ketidakhadiran informasi harga pada label menu  (menu: susu, roti, kacang, jeruk , kurma dan kueh ) dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap prinsip akuntabilitas publik.

Hal ini memperkuat dugaan adanya manajemen yang lemah dalam pengawasan satuan pelayanan di tingkat bawah.

"Persoalan ini bukan lagi masalah teknis semata, melainkan sistemik. Mulai dari makanan tidak layak konsumsi hingga dugaan pungli dan ketidakterbukaan harga porsi menu.

Dugaan menunjukkan lemahnya fungsi kontrol dari Korwil SPPG kabupaten Aceh Tamiang harum dan kental dari beberapa temuan tersebut media Aceh.wartaglobal.id.

Masyarakat dan berbagai pihak terkait kini mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) RI untuk mengambil langkah tegas.

Evaluasi terhadap Tari Irma Nisa dianggap mendesak guna menyelamatkan kualitas program MBG di Kabupaten Aceh Tamiang  agar tepat sasaran, sehat, dan transparan sesuai instruksi pemerintah pusat.

Hingga berita ini diturunkan, pihak dapur MBG  Aceh Tamiang belum memberikan klarifikasi resmi lebih lanjut terkait rentetan temuan tersebut.

KALI DIBACA

Tidak ada komentar: