Aceh Tamiang– Pemberitaan di media online terkait revitalisasi SDN provinsi Bengkulu menyita perhatian publik.
Sebagaimana yang dilansir pada media Aceh.wartaglobal.id Proyek Revitalisasi Sekolah SD Negeri Senubok Cantek pada 19/08/2026 disebutkan bahwa, revitalisasi di SD Negeri Senubok Cantek kecamatan Manyak Payed kabupaten Aceh Tamiang provinsi Aceh, yang mana proses pekerjaan revitalisasi tersebut diduga minimnya pengawasan dari pihak yang terkait.
Pasalnya, hasil pantauan awak media kamis 06/6/2026, terlihat pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan juklak dan juknis mulai dari pemasangan ring seng, atap seng dan penerapan APD/K3.
Tidak hanya itu saja, diduga seng plat pada puluhan seng untuk membangun bangunan terlihat buruk ketika hendak dipasang oleh pihak sekolah.

warna chat pada atap seng banyak yang yeng mengelupas, sehingga terlihat buruk pada pandangan kegiatan Revitalisasi. yang mana hal itu dapat akan mengakibatkan pengkaratannpada seng, hingga menyebabkan kebocoran saat musim hujan angin. sehingga dapat berdampak buruk pada citra kualitas pendidikan.
mirisnya lagi, dua pekerja sekolah yang di revitalisasi tidak memakai APD
Selanjutnya rangka plafon diduga masih mengunakan material bekas bongkaran kayu yang lama, hal itu terlihat pada skor gantung pada kerangka plafon. berikut kayu kuda-kuda bangunan yang diduga sudah tidak layak digunakan tidak di ganti.
Saat di konfirmasi kepada salah seorang pihak sekolah mengatakan, “ia pak kalau seng kita ganti baru, termasuk rangka plafon. “Jelasnya.

Disisi lain, saat di konfirmasi tukang yang bekerja menyampaikan, “.
Berikut yang menyita perhatian publik, APD/K3 tidak di terapkan dengan baik kepada para pekerja. Penerapan K3 diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
tidak berhenti sampai di situ, awak media konfirmasi kepada pihak sekolah, salah seorang guru menyampaikan kalau kepala sekolah sedang ke arga makmur, “singkatnya.
awak media konfirmasi melalui pesan/telpon WhatsApp kepada kepala sekolah SMPN 26. belum memberikan jawaban terkait dugaan diatas hingga berita ini di terbitkan.
Dengan adanya temuan awak media diatas agar kiranya pihak kementerian pendidikan melalui tim teknis supervisi untuk dapat turun langsung ke SMPN 26 Bengkulu Utara, sehingga program revitalisasi tersebut dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan pemerintah pusat
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Sekolah belum dapat terkonfirmasi terkait permasalahan ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar