Diduga Proyek Pembangunan Revitalisasi Sekolah SD Negri 1 Tualang Cut, Sarat penyimpangan! - Warta Global Aceh

Mobile Menu

P E N D I D I K A N

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Diduga Proyek Pembangunan Revitalisasi Sekolah SD Negri 1 Tualang Cut, Sarat penyimpangan!

Kamis, 13 Agustus 2026


Aceh.wartaglobal.id— Proyek Revitalisasi SD Negeri 1 Tualang Cut, Kabupaten Aceh Tamiang, yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp2.185.568.747, menjadi perhatian publik. Pasalnya, dalam pelaksanaannya diduga sarat penyimpangan terpantau di lapangan masih menggunakan sebagian material kayu peranca bekas hasil pembongkaran bangunan lama.

Pantauan di media Aceh.wartaglobal.id saat dilokasi, 06 Agustus 2026, menunjukkan progres pekerjaan diperkirakan baru mencapai sekitar 60 persen. Pada sejumlah ruang kelas yang sedang direhabilitasi terlihat di beberapa titik kayu yang diduga memakai untuk peranca kayu bekas yang di gunakan untuk aktivitas revitalisasi sekolah namun kecurigaan pun mencuat dengan tampak di lapangan bahwa pihak sekolah masih menggunakan beberapa batang kayu pada rangka atap yang diduga merupakan kayu bekas hasil pembongkaran gedung lama.

Selain itu, terdapat pula sejumlah kayu yang secara fisik tampak telah berusia lama namun masih dipasang kembali pada bangunan yang direhabilitasi. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan mengingat proyek ini menelan anggaran lebih dari Rp2,18 miliar yang bersumber dari APBN.


Menanggapi hal itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala SDN 1 Tualang Cut, Eva Yanti, didampingi bendahara revitalisasi diruang kerjanya ketika di konfirmasi tidak mengetahui tentang kejadian robohnya kayu peranca bekas hingga hampir memakan korban iya tidak mengetahui pasti tentang kejadian itu karena tadi iya sedang berada di luar sebentar mau bayar material, Scaffolding atau peranca yang di gunakan memakai kayu bekas.

"Itu peranca di buat sendiri kenapa di buat kayak gitu? Orang kayu kuat masih banyak itu. Kan di buat sendiri kenapa dia buat yang seperti itu karena banyak kayu bagus," ujar Eva Yanti saat dikonfirmasi,  06 Agustus  2026.


Eva menjelaskan, tentang pembangunan revitalisasi dengan menelan anggaran 2,1 milyar rupiah yang di rehab 12 ruangan, perpustakaan, kantor kepala sekolah, kantor guru, 4 rumah dinas, penataan lingkungan dan mobiler semua di situ ada 25 item.


Diminta APH periksa

pelaksanaan proyek Revitalisasi sekolah SD Negri 1 Tualang cut instansi terkait diharapkan melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap insiden tersebut, bukan hanya untuk mengetahui penyebab kecelakaan, tetapi juga memastikan langkah perbaikan dilakukan apabila ditemukan adanya kekurangan dalam penerapan K3.


Jika kemudian ditemukan pelanggaran terhadap ketentuan keselamatan kerja, pihak yang bertanggung jawab harus dimintai pertanggungjawaban sesuai ketentuan yang berlaku.


Sebaliknya, apabila hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh prosedur telah diterapkan dan kecelakaan terjadi akibat faktor yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya, hal tersebut juga perlu disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan kesimpulan sepihak.


Hingga berita ini diturunkan, Kepala sekolah SD Negri 1 Tualang cut ketika di konfirmasi melalui pesan WhatsApp 08229471**** belum memberikan jawaban .

Namun media juga tetap membuka hak jawab sebagaimana diatur ketentuan hak jawab dalam undang-undang nomor 40 tahun 1999 .


Tidak ada komentar: