
Hal ini salah satunya diakibatkan oleh adanya pekerjaan proyek Drainase yang melakukan galian dan secara tidak sengaja mengenai pipa PDAM sehingga terjadi kebocoran.
Dampaknya pengaliran air terganggu untuk melakukan perbaikan guna mengurangi kehilangan air yang diakibatkan oleh galian tersebut.

Berdasarkan, penelusuran di lapangan dan keterangan dari Kepala Unit IPA Kuala Simpang, Kiki Rizki, koordinasi antara pihak pelaksana pekerjaan (PT Waskita) dan Perumda Air Minum Tirta Tamiang sempat dilakukan pada tahap awal. Namun, dalam proses pengerjaan selanjutnya, koordinasi tersebut tidak berjalan secara berkelanjutan.
Pecahnya pipa distribusi tersebut berdampak langsung pada terhentinya aliran air bersih ke rumah tangga pelanggan selama proses penanganan dan perbaikan dilakukan. Kondisi ini sangat merugikan masyarakat mengingat air bersih merupakan kebutuhan utama untuk aktivitas sehari-hari.
Pengaliran ke rumah pelanggan pada jalur pipa 6 inchi yang mengalami kebocoran dihentikan sementara. Selain merugikan pelanggan, kejadian ini juga menimbulkan kerugian material bagi Perumda Air Minum Tirta Tamiang akibat kehilangan air dalam jumlah cukup besar Kejadian kerusakan pipa akibat pekerjaan proyek di sekitar jalur perpipaan ini diketahui bukan merupakan kali pertama yang terjadi.
Atas peristiwa tersebut, Perumda Air Minum Tirta Tamiang menekankan pentingnya evaluasi dan koordinasi yang intensif serta berkelanjutan dari kontraktor pelaksana proyek pembangunan atau penggalian di kawasan jaringan utilitas.

Langkah ini diperlukan agar posisi pipa dapat dipastikan secara tepat guna mencegah berulangnya insiden serupa di masa mendatang. Dengan kondisi tersebut PDAM Kota Kualasimpang mohon maaf kepada pelanggan PDAM atas ketidaknyamanan pelayanan pengaliran air PDAM.
Selanjutnya untuk menghindari hal tersebut diatas PDAM Kota Kualasimpang mengadakan koordinasi untuk memberikan informasi kepada PT Waskita mengenai keberadaan jalur pipa PDAM. PT Waskita diharapakan supaya lebih hati-hati melakukan penggalian pemasangan pipa Drainase.
Apabila mengenai pipa PDAM diharapkan segera melapor untuk mendapatkan penangaan perbaikan secepatnya sehingga tidak mengganggu masyarakat dan untuk mengurangi kehilangan air PDAM.

Terjadi Gangguan Distribusi Air untuk daerah Kota Kuala Simpang dan
sekitarnya akibat pekerjaan drainase oleh pihak PT. Waskita akibat
kurangnya koordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Tamiang.
• Akibat pekerjaan tersebut yang menggunakan alat berat
mengakibatkan pecah pipa jaringan distribusi 6 inch Perumda Tirta
Tamiang .
• Di awal sebelum pengerjaan, pihak PT. Waskita sempat ada
melakukan koordinasi, tapi kemudian dalam proses pengerjaan
sudah tidak ada koordinasi dengan Perumda Air Minum Tirta Tamiang.
• Sangat merugikan Masyarakat karena terhenti aliran air yang begitu
penting.
• Perumda Tirta Tamiang mengalami banyak kerugian karena
kehilangan air yang diakibatkan pecahnya pipa tersebut.
• Dan yang kejadian sekarang bukan yang pertama kalinya
Gangguan distribusi air bersih terjadi di wilayah Kota Kuala Simpang dan
sekitarnya setelah pipa jaringan distribusi 6 inchi milik Perumda Air Minum
Tirta Tamiang mengalami kerusakan akibat pekerjaan drainase yang
dilaksanakan oleh pihak PT Waskita.
Berdasarkan hasil penelusuran di lapangan dan informasi dari Kepala Unit
IPA Kuala Simpang; Kiki Rizki, koordinasi antara pihak pelaksana pekerjaan
dengan Perumda Air Minum Tirta Tamiang sebenarnya sempat dilakukan
pada tahap awal. Namun, dalam proses pelaksanaan pekerjaan
selanjutnya, koordinasi tersebut disebut tidak berjalan secara
berkelanjutan.

Dalam pelaksanaan pekerjaan drainase yang menggunakan alat berat, salah
satu pipa jaringan distribusi Perumda Air Minum Tirta Tamiang mengalami
pecah. Kerusakan tersebut kemudian berdampak langsung terhadap
distribusi air bersih kepada masyarakat, khususnya pelanggan di wilayah
Kota Kuala Simpang dan sekitarnya.
Akibat kejadian tersebut, aliran air ke sejumlah pelanggan harus terhenti
sementara selama proses penanganan dan perbaikan jaringan dilakukan.
Kondisi ini dinilai sangat merugikan masyarakat, mengingat air bersih
merupakan kebutuhan utama yang digunakan setiap hari untuk keperluan
rumah tangga maupun aktivitas lainnya. Terhentinya distribusi air tentunya
menimbulkan ketidaknyamanan serta mengganggu aktivitas masyarakat
yang bergantung pada layanan air bersih dari Perumda Air Minum Tirta
Tamiang
Selain berdampak kepada masyarakat, kerusakan pipa tersebut juga
menimbulkan kerugian bagi Perumda Air Minum Tirta Tamiang. Pecahnya
jaringan menyebabkan terjadinya kehilangan air dalam jumlah yang cukup
besar, serta waktu yang dibutuhkan untuk memulihkan kembali pelayanan
distribusi air.

Yang menjadi perhatian, kejadian kerusakan jaringan akibat pekerjaan di
sekitar jalur perpipaan ini disebut bukan kali pertama terjadi.
Peristiwa tersebut menjadi evaluasi penting bagi seluruh pihak yang
melaksanakan pekerjaan pembangunan maupun penggalian di kawasan
yang terdapat jaringan utilitas.
Koordinasi yang intensif dan berkelanjutan
dengan Perumda Air Minum Tirta Tamiang sangat diperlukan, tidak hanya
pada awal pekerjaan, tetapi juga selama proses pengerjaan berlangsung.
Hal ini penting dilakukan guna memastikan keberadaan dan posisi jaringan
perpipaan dapat diketahui dengan jelas, sehingga kejadian serupa dapat
dicegah dan pelayanan air bersih kepada masyarakat tidak kembali terganggu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar