Aceh Tamiang -Dugaan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) sangat terasa menyengat dalam pelaksanaan program pisew anggaran 2025 yang bersumber dari APBN .
Dari pantauan awak media dilokaai kegiatan tersebut pada tanggal 28 Maret 2026, terlihat jelas kegiatan program pisew yang dianggarkan dari dana aspirasi DPR RI dari partai Golkar Ilham Pangestu sebesar 500 juta, terbengkalai tidak diselesaikan, dengan dalih bencana.
Berdasarkan investigasi media di lapangan banyak ditemukan kejanganggalan, salah satu nya yaitu, ketua kelompok kerja sama antar kampung(KKAK) yang di duduki oleh Abang ipar nya Datok penghulu (Kepala Desa) kampung (Desa) Sekumur Sopian.
Datok sekumur Sopian Saat dikonfirmasi mengatakan membenarkan, itu kegiatan program pisew dari dana aspirasi Ilham pangestu, tetapi belum selesai bang, dan berapa persen yang sudah dikerjakan dan dipakai anggaran nya saya lupa bang, pada saat kami kerja terjadi bencana bang, kalau ketua kelompok nya tidak ada nomor hp nya bang,” terang Sopian .
Dilokasi program pisew insan pers menjumpai salah satu warga Edi (51) mengatakan.
“ ya benar ini program pemerintah melalui program pisew tahun kemarin bang, tapi belum selesai bang,” ungkap warga .
Dalam penulusuran media program pisew ini dugaan aroma bau busuk harum dan kental dengan pernyataan dari sumber dilapangan dan kegiatan tak menunjukkan transparansi di kegiatan .
Publik pun mendesak adanya klarifikasi lebih lanjut untuk kegiatan yang memakai uang negara, kepada Aparat Penegak Hukum untuk menindak segala bentuk penyalahgunaan uang rakyat dengan tegas sebagai bentuk tranparansi dalam menggunakan uang negara.
KALI DIBACA




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar