Aceh Tamiang -Pemerintah kabupaten Aceh Tamiang diduga tidak serius menangani lumpur sisa bencana Banjir Bandang menuai kritik di sorot Publik diketahui di tulis oleh akun Facebook epam boy pada hari Minggu 11 Januari 2026 namun setelah 2 jam tayang di grup Facebook di hapus dari grup Facebook berita Aceh Tamiang tanpa ada klarifikasi lebih lanjut dari Facebook atau group .Minggu, 11/01/2026
Dengan menurunkan satu unit Excavator (Beko) untuk di gang kotalintang atas hanya dikasih durasi sampai tanggal 8/1/2026 lalu, sementara baru beberapa gang yg berhasil dikerjakan, untuk masyarakat di gang kartika, gang gabungan, masih penuh dengan timbunan lumpur dan sampah, jadi solusi ny bagaimana pak datok Tanya masyarakat setempat.
Dari Tulisan Facebook epam boy Bahwa kepala desa setempat "Kalau bisa kalian (masyarakat) sediakan dumtruck, & excavator di arahkan ke gang kartika".
Seketika masyarakat pun terkejut mendengarnya harga sewa dumtruck 1 unit 1 juta/hari, dan harus ada 2 unit minimal, jadi 2 juta, kenapa bisa begini peraturan pemerintah, ucap masyarakat, belum selesai gang ini dimasuki excavator, namun tanggal 8 siap tidak siap harus keluar .
Untuk patungan masyarakat betul-betul jadi pertimbangan serius dengan kondisi perekonomian masyarakat sini dang pas-pas'an, sehari hari tukang becak, jaga parkir, jualan ikan, dan hampir sebulan lebih juga tidak ada pemasukan, di minta patungan 300/org, berat banget. ucap masyarakat
Namun salah seorang masyarakat berhati mulia tetap ambil keputusan, udah tetap kita sewa dumtruk nya, gimananya nanti perihal uang insyaallah ada.tuturnya
Masyarakat juga berpesan untuk bupati selalu lihatlah masyarakatmu , berjuang masing-masing untuk bisa hidup normal, aturan excavator yang di kasih durasi, itu konsepnya bagaimana pak,Aceh Tamiang udah dikasih Lebel baik-baik saja namun kenyataannya belum dan kami harus berjuang sendiri untuk hidup normal.tutupnya
Kritik itu pun berlanjut di bagikan ke 53 dan 33 di sukai mendapat tanggapan 10 komentar menuai tanggapan dari beberapa komentar netizen dengan kejadian ini di harapkan pemerintah lebih serius dalam menangani penanganan sisa lumpur bekas banjir bandang di kabupaten Aceh Tamiang.
KALI DIBACA




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar