Proyek Pengeboran Sumur Bor Huntara Aceh Tamiang, diduga Berpotensi Melawan Hukum - Warta Global Aceh

Mobile Menu

P E N D I D I K A N

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Proyek Pengeboran Sumur Bor Huntara Aceh Tamiang, diduga Berpotensi Melawan Hukum

Jumat, 05 Juni 2026


Huntara Medang Ara Kabupaten Aceh Tamiang 


Aceh Tamiang -Sementara itu terlihat Proyek pengeboran sumur bor dan tempat penampungan air korban bencana Aceh Tamiang Tahun 2026 dugaan sementara bernilai ratusan juta rupiah, menjadi sorotan publik setelah pekerjaan fisik dilaporkan telah berlangsung beberapa hari tanpa papan proyek di lokasi.

Kondisi tersebut memicu pertanyaan besar di kalangan publik mengenai keterbukaan informasi dan kesiapan administrasi proyek yang dibiayai melalui program sumur bor dari pemerintah pusat.

Sorotan semakin menguat karena di tengah berlangsungnya pembangunan, muncul informasi bahwa pembuatan sumur bor dan tempat penampungan air bersih tidak mempunyai papan informasi publik. Situasi ini memunculkan tanda tanya besar di kalangan publik mengenai aspek legalitas yang semestinya menjadi fondasi sebelum pekerjaan fisik dimulai.


Diketahui pembangunan sumur ini terjadi di beberapa titik tempat pembangunan Huntara kabupaten Aceh Tamiang.

Namun kali ini terulang kembali kejanggalan yang sama dengan tidak memunculkan besaran Anggaran proyek sumur di areal sekitaran Huntara tidak memunculkan papan informasi besaran anggaran proyek yang diduga Bancakan sumur bor terhadap korban bencana Aceh Tamiang.

Ketiadaan papan informasi publik proyek menjadi perhatian utama masyarakat. Padahal, papan informasi merupakan instrumen dasar transparansi yang memuat sumber anggaran, nilai proyek, pelaksana pekerjaan, serta jangka waktu pelaksanaan yang berhak diketahui publik.

Persoalan ini bukan sekadar soal papan informasi yang belum terpasang namun yang menjadi pertanyaan adalah sejauh mana prinsip keterbukaan dan akuntabilitas dijalankan dalam proyek yang menggunakan dana negara.

yang seharusnya pembangunan sudah berjalan, mestinya seluruh administrasi  sudah diselesaikan terlebih dahulu. Jangan sampai di kemudian hari muncul persoalan yang merugikan semua pihak.

Di sisi lain, pengeboran sumur bor program strategis yang diharapkan terhadap pengunaan air bersih di lingkungan masyarakat sekitar Huntara untuk meningkatkan kualitas air bersih di wilayah tersebut terlihat paket pekerjaan mencakup pembangunan 2 titik sumur bor dan beserta pembangunan tempat tangki air bersih menjadi sorotan tajam di kalang publik.

Namun harapan besar terhadap peningkatan mutu kebersihan air kini berjalan beriringan dengan tuntutan agar seluruh proses pembangunan dilaksanakan secara terbuka, tertib administrasi, dan sesuai ketentuan yang berlaku.

Meski demikian, hingga saat ini papan proyek yang lazim dipasang pada pekerjaan pihak ketiga belum terlihat di lokasi pembangunan.

Kondisi tersebut memunculkan desakan agar pihak terkait segera memberikan penjelasan resmi kepada masyarakat. Sebab, proyek becana hanya berbicara tentang pembangunan air bersih, tetapi juga menyangkut kepercayaan publik terhadap tata kelola anggaran negara dan kualitas.

“Transparansi bukan pilihan, melainkan kewajiban. Masyarakat berhak mengetahui siapa pelaksana proyek, berapa nilai anggaran yang digunakan, dan kapan pekerjaan itu harus diselesaikan.

Publik mendesak adanya klarifikasi lebih terkait pengeboran sumur bor dan pembangunan tempat penampungan air di areal Huntara karena diyakini akan meningkatkan kualitas kebutuhan air bersih si huntara. Namun dukungan tersebut dinilai harus dibarengi dengan kepastian administrasi, keterbukaan informasi, dan kepatuhan terhadap seluruh prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu Tim Media mencoba  mengkonfirmasi kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Iman Suhery, S.STP ketika di konfirmasi terkait  pengeboran sumur bor dan pembangunan tempat penampungan air bersih di areal lokasi Huntara menjawab tidak mengetahui proses pembangunan namun iya cuma mengusulkan proses pembangunan huntara dan kelengkapan include.

Iya menyampaikan seluruh proses pembangunan di huntara itu yang mengerjakan pastinya PT wika namun ketika di konfirmasi lebih lanjut terkait besaran anggaran proyek pengeboran sumur bor iya menyampaikan waduh serius tidak tau.

Sementara itu Tim media berupaya mencoba mengkonfirmasi pihak balai kementerian PUPR RI bernama Reno bayuaji kusprayogo menyampaikan pembangunan sumur air bersih di huntara Medang Ara Kabupaten Aceh Tamiang itu dikerjakan Pihak balai PUPR RI bidang SDA namun kalau mau tau proses pembangunan di Huntara dan sumur bor boleh tanyakan sama perwakilan perusahaan Wika di Aceh Tamiang.

Hingga berita ini diturunkan, belum memperoleh klarifikasi lebih lanjut terkait mengenai besaran anggaran dan alasan belum dipasangnya papan proyek maupun perkembangan penyelesaian proses pembayaran pembangunan proyek sumur bor dan tempat penampungan air bersih untuk korban bencana di huntara kabupaten Aceh Tamiang.**


KALI DIBACA

Tidak ada komentar: