Kolaborasi Pakar FKIP Universitas Terbuka Perkuat Mitigasi Bencana dan Sanitasi di Desa Sekumur - Warta Global Aceh

Mobile Menu

P E N D I D I K A N

Whatshop - Tema WhatsApp Toko Online Store Blogger Template

Pendaftaran

Klik

More News

logoblog

Kolaborasi Pakar FKIP Universitas Terbuka Perkuat Mitigasi Bencana dan Sanitasi di Desa Sekumur

Jumat, 01 Mei 2026

Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Kebencanaan Universitas Terbuka Tahun 2026 dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)


ACEH TAMIANG – Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Terbuka sukses melaksanakan program strategis bertajuk "Penguatan Literasi Mitigasi Bencana dan Ketahanan Sanitasi melalui Pendekatan Multi-Grade Lintas Generasi" di Desa Sekumur, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang,  Pada Jumat, 3 April 2026.Jum'at, 01/05/2026


Dipimpin oleh Dr. Mudayat, M.Pd., kegiatan ini menghadirkan tim ahli lintas disiplin untuk memastikan program berjalan secara komprehensif, mulai dari aspek kurikulum hingga implementasi lapangan.

Sinergi Tim Ahli PKM Kegiatan ini didukung penuh oleh anggota Tim Universitas Terbuka yang memberikan kontribusi sesuai bidang keahliannya:

- Dr. Andayani, M.Ed. (Pakar Kurikulum): Menyusun strategi literasi mitigasi yang terstruktur untuk masyarakat desa.

- Dr. Tepati Hak Kewajiban, M.Pd. (Pakar Media Pembelajaran): Mengembangkan media edukasi visual agar pesan mitigasi mudah dipahami oleh lintas generasi.

- Drs. Ichwan, M.Pd. (Pakar Pendidikan Kewarganegaraan): Memberikan penguatan pada aspek kesadaran kolektif dan tanggung jawab sosial dalam menjaga fasilitas publik.

- Drs. Elang Krisnadi, M.Pd. (Pakar Pendidikan): Memastikan pendekatan Multi-Grade diterapkan secara efektif dalam penyampaian materi edukasi.

- Muhammad Adji Baihaqi (Mahasiswa UT): Bertindak sebagai Fasilitator Lapangan yang menjembatani komunikasi teknis dengan warga setempat.

Bapak daud UT Aceh dan Ibu Putri UT Aceh / salut Tamiang.

Implementasi Strategis di Lapangan
Fokus utama tim adalah menciptakan ketahanan desa melalui tiga titik pantau: 

Puskesmas Pembantu (Pustu) & Kantor Datok Penghulu: Tim mengevaluasi kesiapan infrastruktur publik terhadap bencana serta memberikan rekomendasi perbaikan fasilitas sanitasi yang sehat dan tahan lama.

Masjid Baitul Makmur: Menjadi pusat edukasi lintas generasi, di mana warga dibekali pemahaman praktis mengenai tindakan preventif saat menghadapi potensi bencana di wilayah Sekerak.



Ketua Tim Dr. Mudayat, M.Pd. menegaskan, bahwa keterlibatan para Tim ini menunjukkan keseriusan FKIP-UT dalam memajukan pendidikan di daerah terpencil.

"Kami tidak hanya membawa bantuan fisik, tetapi membawa 'ilmu' melalui para pakar kurikulum, media pembelajaran, dan pendidikan. Harapan kami, literasi mitigasi dan sanitasi ini menjadi budaya baru di Desa Sekumur yang diwariskan dari generasi ke generasi," ujarnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan indeks keamanan dan kesehatan Desa Sekumur secara berkelanjutan, sekaligus memperkuat peran Universitas Terbuka dalam pengabdian masyarakat berbasis keahlian akademik.
Desa Sekumur bukan sekadar agenda rutin, melainkan misi besar untuk membawa semangat UT Peduli ke garda terdepan wilayah Indonesia.

"Sesuai amanat Rektor, Universitas Terbuka harus menjadi pelopor dalam pengabdian yang berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat. Kami hadir di Desa Sekumur untuk memastikan bahwa literasi mitigasi bencana dan ketahanan sanitasi menjadi bagian dari ketangguhan warga desa dalam menghadapi tantangan geografis yang ada," tegas Dr. Mudayat.tutupnya


Aksi Nyata di Lapangan Tim melakukan peninjauan mendalam di beberapa titik vital:

- Infrastruktur Publik: Melakukan asesmen pada Puskesmas Pembantu (Pustu) dan Kantor Datok Penghulu untuk memberikan rekomendasi penguatan sanitasi yang tahan bencana.

- Edukasi Religi & Sosial: Bertempat di Masjid Baitul Makmur, tim melakukan pendekatan lintas generasi untuk menanamkan budaya siaga bencana yang selaras dengan nilai-nilai lokal.

Harapan dan Keberlanjutan

Melalui integrasi visi misi universitas dengan kebutuhan lokal, FKIP UT berharap Desa Sekumur dapat menjadi model desa tangguh bencana di Aceh Tamiang. Semangat Rektor UT, Prof. Ali Muktiyanto dalam pengelolaan sumber daya yang berdaya guna tercermin dalam efektivitas bantuan dan edukasi yang diberikan oleh tim di lapangan.

Kegiatan ini menegaskan posisi Universitas Terbuka bukan hanya sebagai institusi pendidikan jarak jauh, tetapi sebagai mitra pembangunan yang hadir langsung menyentuh lini kehidupan masyarakat yang paling membutuhkan.

KALI DIBACA

Tidak ada komentar: