Aceh Tamiang – Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Drs. Armia Pahmi, MH, menyampaikan kebutuhan mendesak bagi penanganan pascabencana banjir di wilayahnya. Permintaan ini disampaikan langsung kepada Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, yang mengunjungi posko penanganan di Kecamatan Kejuruan Muda, Desa Paya Bedi, Sabtu (6/12/25).
Didampingi Wakil Bupati Ismail, SE.I, Bupati Armia menegaskan bahwa meskipun bantuan logistik telah berdatangan, Aceh Tamiang masih sangat membutuhkan dukungan untuk menjangkau masyarakat dan memulihkan kondisi.
Bupati Armia secara spesifik meminta tiga hal utama yang sangat krusial bagi upaya penanganan di lapangan. “Kita butuh kendaraan untuk menerobos daerah yang terisolir, kita butuh kendaraan untuk mengangkut sembako,” ujar Bupati Armia.
Mengingat banyak rumah warga yang terdampak, Bupati Armia menyebutkan pemulihan pascabencana membutuhkan Shelter dan tenda. “Kami juga butuh banyak Shelter/tenda karena banyak tempat tinggal warga yang hilang,” tambahnya.
Selanjutnya, untuk memastikan akses ke semua wilayah, Bupati Armia meminta bantuan perahu karet, dengan spesifikasi khusus. “3 perahu karet untuk satu Kecamatan di Aceh Tamiang jendral,” sambungnya menguatkan.
Selain itu, Bupati juga menyoroti kebutuhan akan penanganan khusus debu pascabanjir yang dapat memicu penyakit di kalangan masyarakat.
Menanggapi permintaan tersebut, Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto memastikan bahwa bencana di Aceh Tamiang menjadi perhatian Pemerintah Pusat. “Presiden Prabowo Subianto telah memerintahkan untuk dapat membantu Aceh Tamiang semaksimal mungkin,” kata Suharyanto.
Suharyanto juga meminta agar data kebutuhan disampaikan secara rinci, tidak hanya berupa sembako, melainkan termasuk baju dan kebutuhan lainnya. “Stok kita banyak, ada di posko Kualanamu (Sumut). Saya tunggu apa kebutuhan dan segera kita penuhi,” pungkasnya.
KALI DIBACA




.jpg)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar